Pages

Subscribe:

Minggu, 27 November 2011

Cara Meningkatkan Daya Ingat

>Cara Meningkatkan Daya Ingat – Bagaimana cara mudah meningkatkan daya ingat agar tetap fresh dan terjaga kemampuanya. Kita semua tau seiring bertambahnya usia daya ingat semakin hari akan semakin melemah. Maka dari itu menjaga daya ingat agar tetap bagus kita harus memperhatikan beberapa hal yang mugkin kita anggap remeh atau sering kita acuhkan. Ok langsung saja cara meningkatkan daya ingat dibawah ini:

1. Makan roti bakar untuk sarapan
Roti bakar merupakan alternatif konsumsi karbohidrat yang baik untuk daya ingat. Sebuah studi dari Tufts University menemukan bahwa, orang-orang yang menghilangkan karbohidrat dari diet mereka memiliki daya ingat yang lebih buruk.
“Sel-sel otak membutuhkan karbohidrat, yang akan diubah menjadi glukosa,” kata Robin Kanarek, PhD, profesor psikologi di Tufts University.
Pilihlah biji-bijian dan karbohidrat kompleks lainnya, karena akan dicerna lebih lambat. Pencernaan yang lambat akan memberikan pasokan glukosa dengan lebih baik dan efisien.
2. Latihan fisik sebelum bekerja
“Olahraga meningkatkan aliran darah, sehingga sangat membutuhkan oksigen dan glukosa sebagai bahan bakar,” kata Sandra Aamodt, PhD.
Sebuah penelitian dalam jurnal Neurobiology of Learning and Memory menunjukkan bahwa seseorang dapat mempelajari kosa kata 20 persen lebih cepat jika mencoba untuk menghafal setelah melakukan latihan fisik yang rutin.
3. Mengubah font pada memo dan catatan sehari-hari
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cognition, menggunakan font yang berbeda dapat bermafaat untuk meningkatkan retensi atau kebuntuan ingatan jangka panjang. Berfokus pada font baru dapat membuat otak dan pusat pengolahan bekerja sedikit lebih keras, serta meningkatkan daya ingat.
4. Browsing selama jam makan siang
Menurut sebuah penelitian baru dari University of California, Los Angeles, menghabiskan satu jam sehari untuk online, seperti browsing sesuatu yang yang menarik atau yang hal yang berhubungan dengan hobi dapat merangsang bagian dari lobus frontal yang mengontrol memori jangka pendek.
“Sirkuit neural yang terlibat dalam pengambilan keputusan, visual spasial, dan kemampuan verbal menjadi sangat aktif ketika melakukan browsing di internet. Namun jangan hanya melakukan browsing yang tidak melibatkan proses berpikir,” jelas Gary Small, MD.
5. Mengingat tempat parkir kendaraan
Banyak orang yang sering melupakan tempat parkir kendaraannya. Perhatikan di mana kendaraan diparkir, kemudian gerakkan bola mata dari sisi ke sisi setiap setengah detik selama 30 detik sambil berdiri di tempat.
“Berlatih gerakan mata sederhana dapat meningkatkan memori jangka panjang Anda hingga 10 persen,” kata peneliti di Manchester Metropolitan University di Inggris.
6. Minum sedikit alkohol saat makan malam
Peminum alkohol berat memang dapat menyebabkan kehilangan daya ingat. Namun sebuah studi baru menemukan bahwa, minum alkohol dalam jumlah sedikit sebenarnya dapat menurunkan risiko penurunan daya ingat.
Dalam analisis yang diterbitkan dalam Journal of Alzheimer’s Disease, peserta penelitian yang mengonsumsi sedikit minuman beralkohol per minggu memiliki risiko terendah mengalami gangguan kognitif. Hal tersebut dibandingkan dengan peserta penelitian yang tidak minum sama sekali dan yang terlalu banyak minum alkohol.
7. Flossing sebelum tidur
Membersihkan gigi dengan benang gigi (dental floss) tidak hanya baik untuk gigi, namun juga baik untuk otak. Bila tidak membersihkan gigi dengan dental floss dapat menyebabkan gusi menjadi meradang sehingga memudahkan bakteri buruk untuk memasuki aliran darah.
“Setelah masuk aliran darah, bakteri dapat menyebabkan peradangan di seluruh tubuh, termasuk otak, yang dapat menyebabkan disfungsi kognitif. Membersihkan gigi dengan dental floss (flossing) 2 kali sehari ideal untuk menjaga kebersihkan gigi dan mulut,” kata Jonathan B. Levine, DMD, seorang profesor dari New York University.

Rabu, 23 November 2011

Spiritual Salah Kaprah..


Sebuah buku menarik yang dibilang-bilang antitesis dari ESQ. Menurut sang penulis, kecerdasan sipritual tidak dapat dicapai dengan stimulasi-stimulasi Indrawi sebagaimana dilakukan di training ESQ, gelegar tatasuara, spektakuler multimedia dan kelihaian trainer berpublicspekaing.

Salah satu indikasi atas ini adalah, stimulan macam itu akan menjadi sesuatu yang sangat mengesankan di kali pertama tetapi bila sudah terbiasa, maka akan tidak memberikan efek apa-apa (kebal). Disinggung-singgung pula soal spiritual artificial dan braingame.

Tentu kehadiran buku ini menjadi tambahan khasanah perkembangan dunia spiritualitas di negeri ini. Saya sangat sependapat dengan pemikiran beliau bahwasannya spiritualitaas versi barat bisa jadi salah kaprah, mereka masih berbicara pada tataran dimensi otak belum sampai ke ruh.

Namun demikian, upaya stimulasi artificial spiritual apalagi braingame tidaklah kita jumpai di training ESQ. Dan training ESQ sendiri bukanlah sebuah wahana spiritualitas sekuler, sangat jelas di training ini spiritualitas amat synergys dengan kedalaman religi agama tertentu (Islam) walau secara cerdas dikemas universal.

Menarik bagi saya bahwa antitesis Abu Sangkan terhadap ESQ sudah di jawab Ary Ginanjar Agustian dan semua kadernya di setiap training sedari bertahun-tahun lalu. Di setiap training, trainer selalu bertanya pada peserta "Jadi, training kita yang sesungguhnya kapan?" jawabnya adalah training yang sesungguhnya adalah ketika kita keluar dari ruang training, menunaikan sholat Isya, dan terus, terus, terus, hingga mati menjemput. Trainernya adalah Allah SWT, sertifikat dibagikan di padang Mahsyar.

"Lalu dua hari disini kita ngapain?" Trainer melanjutkan pertanyaa, dan jawabannya : "bersenang-senang....".

di ESQ sama sekali tidak ada manipulasi apalagi doktrinasi, sama seperti membaca buku, atau berwisata, seperti itulah training ESQ. Jadi, saya berseberangan dengan Abu Sangkan bahwasannya jalan spiritualitas tidak bisa dicapai melalui indrawi. Bila memang begitu, untuk apa kita membaca, untuk apa kita wisata rohani bahkan untuk apa kita sholat melibatkan gerakan tubuh dan panca indera kita.

Alih-alih saya serius memperhatikan tesis dan atitesis ini, saya mendapati satu testimoni peserta trainingnya Ary Ginanjar juga yang sudah ikut training Sholat Khusu' nya Abu Sangkan, testimoni dari orang tersebut menyebutkan. Beliau mendapat kesan yang begitu membekas pada training ESQ, namun merasa kurang (terkesan tradisional, bahasa beliau) ketika mengikti training sholat khusyu'.

Lepas dari semua itu, hendaklah kita ambil yang baik, buang yang buruk, untuk produk pendidikan karakter yang lebih baik".

Nyatanya, spiritualitas tidak cukup dengan 2 hari training, tidak pula cukup dengan aktivitas ruhiyah macam meditasi tanpa menjalankan yang sudah disyariatkan. Tubuh, otak dan ruh itu synergy, ya kita synergykan saja untuk terus dan terus melakukan pencarian akan jatidiri menuju pencarian akan Tuhan.

Dan dari buku lain saya mendapati satu hal menarik, bahwasannya Spiritual Intelegence bukanlah puncak kecerdasan, ada satu lagi yakni Fitriah Intelegence.. pencarian tanpa ujung untuk hal itu. 

Karangan : Abu Sangkan